Sabtu, 21 Januari 2012

telkomvision

Setelah melakukan penyempurnaan dan upgrading perangkatnya, kini TelkomVision yang dikelola salah satu anak perusahaan Telkom, PT Indonusa Telemedia, memperkenalkan layanan prabayar bagi pelanggan TV Kabel di Indonesia. Ini merupakan cara baru me-mirsa televisi melalui pemanfaatan voucher isi ulang yang pertama di Indonesia.

Demikian dinyatakan Vice President Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia di Jakarta (26/7). ”Telkom Vision merupakan cara baru untuk menikmati siaran televisi,” jelasnya. Dengan menggunakan voucher isi ulang, pelanggan bisa memilih saluran yang dikehendaki. ”Jadi, silakan pilih programnya dan beli vouchernya,” lanjut Eddy. Selain melalui voucher isi ulang, menurut Eddy, juga akan dikembangkan model non voucher yaitu melalui ATM atau e-banking, yang semua itu ditujukan untuk memudahkan pelanggan memperoleh akses hiburan dan informasi dengan kenyamanan dalam mengatur beban pembayaran.

Eddy mengakui model bisnis seperti ini merupakan hal yang baru dalam layanan TV berbayar dan karenanya membutuhkan penyesuaian sistem serta penjelasan kepada pelanggan. Namun demikian, Eddy yakin masyarakat akan cepat terbiasa dengan cara ini mengingat mereka juga sudah terbiasa dengan sistem prabayar seperti halnya dalam menggunakan layanan seluler atau transaksi-transaksi lainnya.

Dengan sistem prabayar pelanggan akan sangat fleksible dalam mengatur waktu dan anggaran rumah tangganya, sehingga dapat menikmati layanan secara optimal. Untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi keluarga, telah disajikan berbagai paket pilihan sesuai dengan kebutuhan seperti paket–paket: Film, Pendidikan, Olah Raga, Musik, Dunia Anak, dan sebagainya.

”Produk TelkomVision juga berbeda dengan produk operator lainnya karena pelanggan dapat menggunakan receiver parabola biasa (Free To Air) sekaligus bisa menikmati paket–paket Telkomvision hanya dengan perangkat tambahan (LNB & Kartu Tayang) yang dapat menangkap siaran dari satelit Telkom,” kata Eddy Kurnia. Siaran yang telah dinikmati sebelumnya tidak hilang, bahkan bila pelanggan lupa mengisi voucher-nya ia masih bisa menikmati siaran TV terrestrial yang bebas maupun ratusan siaran lainnya dari luar negeri.

”Kami telah mengunjungi berbagai daerah di seluruh kawasan Indonesia untuk memastikan layanan kami dapat dijangkau hingga kawasan terluar maupun pedalaman Indonesia,” tandas Eddy.

Bersama TelkomGroup, TelkomVision akan segera melakukan kolaborasi bisnis untuk memberikan layanan solusi total yang dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau. PT Indonusa sebagai pengelola TelkomVision akan mempergunakan infrastruktur TelkomGroup untuk mempercepat akses kepada masyarakat calon pelanggan, sehingga pada tahun 2010 diharapkan jumlah pelanggan TelkomVison dapat mencapai 1 juta.

Lebih Serius

Eddy Kurnia menjelaskan setelah melakukan upgrading head end di Cibinong pada 5 Juli 2007 lalu, kini Telkom lebih siap memasuki bisnis televisi berbayar. Telkom melihat prospek layanan TV berbayar satelit di Indonesia sangat terbuka lebar. ”Tahun 2007 ini, Telkom akan lebih serius dalam mengembangkan produk Pay TV sebagai bagian dari upaya Telkom Group dalam mengembangkan bisnis Multimedia,” jelas Eddy Kurnia.

Layanan Pay TV Telkomvision, khususnya yang berbasis TV kabel, saat ini telah berjalan baik di beberapa kota besar. Untuk meningkatkan layanan dilakukan pembangunan tambahan jaringan sebanyak 500.000 sambungan di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang dan Bali yang dapat menawarkan produk bundling dengan Telkom Group berupa layanan internet dan layanan lainnya seperti home shopping, video phone, home banking, interaktif games, CCTV, dan lain-lain.

Sementara itu, seiring dengan pengembangan TV Kabel prabayar, TelkomVision juga sedang membangun jaringan TV kabel digital (Digital Cable Television) tahap awal yang berlokasi di daerah Bintaro dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan serta untuk memudahkan penyajian paket layanan, sehingga layanan TelkomVision dapat lebih terjangkau serta efisiensi dan efektifitas biaya konten akan lebih terkendali.

Eddy mengatakan bahwa pasar televisi berbayar masih sangat terbuka, di sisi lain hingga kini praktis tidak ada pemain dominan dalam industri televisi berbayar. Oleh karena itu, pihaknya optimis TelkomVision akan berkembang pesat. Saat ini terdapat tidak kurang dari 20 juta pesawat televisi di 9 kota besar Indonesia. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan kebutuhan informasi, hiburan serta layanan multimedia lainnya, Telkom optimis kehadiran TelkomVision akan disambut baik oleh masyarakat.

Untuk mendukung layanan TelkomVision, pihak PT Indonusa telah membuka Call Center 14047 yang dapat diakses secara nasional serta website www.telkomvision.com. Sedangkan pelayanan langsung bisa diperoleh dengan mengunjungi Plasa Telkom di seluruh indonesia.


Tentang PT. Indonusa Telemedia

PT. Indonusa Telemedia (dengan Brand Name TelkomVision) merupakan anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk, didirikan pada tahun 1997 oleh PT. Telkom, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Asriland cq PT Datakom Asia, dan PT Telekomindo Primabhakti untuk mengembangkan layanan Pay TV dan Fast Internet.

Sesuai dengan perkembangan bisnis maka pada tahun 2004 PT Telkom melakukan pengambilalihan kepemilikan saham sehingga menjadi mayoritas, dan posisi terakhir pada akhir tahun 2005 menjadi 95, 68%, dan mulai saat itu Telkom lebih serius dalam pengelolaan bisnis multimedia dengan menempatkan TelkomVision sebagai salah satu kendaraan bisnis Pay TV dan jasa turutannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar